Rss Feed

GIRLS VS BOYS

hallo reader :D, kali ini kita bicara tentang cewe dan cowo.. tentunya tau dong apa itu cewe dan cowo? so pastiiii laah.
nah, kali ini kita mau ngebahas tentang perbedaan antara cewe dan cowo. perbedaan dari apanya sih? kan udah jelas-jelas cewe dan cowo itu beda? apa yang mau dibahas? haha.. krik krik krik..


oke deh, kita bahas perbedaan yang kecil-kecil aja deh antara cewe dan cowo dari unsur aspek kehidupannya masing-masing.

menurut survei eeeeeee survei membuktikan ternyata cowo itu lebih bahagia ketimbang cewe!!!!!! nah lho ? ko bisa?


katanya nih ya reader, ada 12

MENGELUH


Mengeluh Hanya Memperparah

Mengeluh berasal dari kata dasar keluh, dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia hal 553 susunan W.J.S. Poerwadarminta keluh berarti terlahirnya perasaan susah (karena menderita sesuatu yang berat, kesakitan). Sementara mengeluh berarti melahirkan keluh kesah. Orang yang mengeluh adalah pengeluh.
Manusia terlahir mudah mengeluh. Mengeluh karena penghasilan kurang, mengeluh karena banyaknya masalah yang dihadapi, mengeluh karena sikap orang lain menyinggung dirinya, dan mengeluh karena apa-apa yang dihadirkan di hadapannya tidak sesuai dengan keinginan.
“ Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. (Al-Qur’an Surah Al-Ma’aarij 70: 19-21)”
Sikap mengeluh menunjukkan kekerdilan jiwa dan mencari pembenaran diri. Seorang yang mengeluh senantiasa mencari penyebab permasalahan adalah sesuatu di luar dirinya sehingga kurang melakukan instropeksi. Padahal seringkali yang menjadi permasalahan utama seseorang adalah dirinya sendiri, bukan orang lain atau sesuatu di luar diri.
Agama mengajarkan untuk tidak mengeluh. Mengapa demikian? Dalam kehidupan tentu akan selalu ada suka-duka, sedih-senang, panas-dingin, hitam-putih, terang-gelap dan semua hukum alam lainnya. Karenanya kenapa harus mengeluhkan perputaran roda kehidupan yang pasti akan terjadi?
Kehadiran segala sesuatu pada dasarnya harus diterima secara lapang dada karena Allah izinkan terjadi pada diri kita, betapapun menyakitkannya, tidak mengenakkan, menakutkan, atau menjijikkan. Sikap penerimaan inilah yang akan melapangkan dada dan membuatnya kuat untuk menjalani suka duka kehidupan. Tanpa sikap menerima, yang muncul hanyalah keluhan seolah-olah diri ini adalah orang termalang di dunia, Tuhan bersikap tidak adil, dan seolah-olah segala macam kesulitan hidup hanya ditimpakan kepada diri kita seorang.
Mengapa manusia dilarang mengeluh? Mengeluh adalah sikap kekanak-kanakan yang pada hakikatnya menunjukkan kita tidak menerima apa yang Allah hadirkan. Kita merasa ada yang salah pada pengaturan Allah. Padahal semua yang diizinkan tiba di hadapan telah diukur kadarnya dengan tepat dan tidak akan salah sasaran. Yakinlah bahwa Allah Maha Pengatur dan sangat paham akan apa-apa yang Dia izinkan untuk terjadi atau tidak terjadi pada diri kita. Karenanya, patutkah kita menyalahkan Dia, bersangka buruk pada-Nya dengan keluhan? Pernahkah menyadari apa-apa yang dianggap tidak enak atau tidak nyaman bagi ego dan syahwat kita adalah sesuatu yang sengaja Allah hadirkan untuk melindungi dan mendidik kita?

Aku Maluu :(



Malu adalah suatu kondisi psikologis dan bentuk kontrol agama, keadilan politik, dan sosial, yang terdiri dari ide, kondisi emosional, fisiologis seseorang dan satu seperangkat perilaku, disebabkan oleh pengetahuan atau kesadaran aib, aib, atau kutukan. Terapis John Bradshaw conceptualizes malu sebagai "emosi yang memungkinkan kita tahu bahwa kita terbatas".


Malu merupakan keadaan emosional ketidaknyamanan intens dengan diri sendiri, dialami karena tindakan sosial tidak dapat diterima atau disaksikan oleh kondisi atau mengungkapkan kepada orang lain. Biasanya kehilangan kehormatan atau martabat, tapi berapa banyak dan jenis tergantung pada situasi yang memalukan. Hal ini mirip dengan rasa malu, kecuali rasa malu yang mungkin dialami karena suatu perbuatan yang hanya diketahui oleh diri sendiri. Juga, malu biasanya membawa konotasi yang disebabkan oleh tindakan yang hanya dapat diterima secara sosial, bukan salah secara moral.




Tindakan memalukan

Untuk menimbulkan rasa malu pada orang lain, menyerang atau menghancurkan martabat pribadi dari seseorang atau kelompok. Rasa malu dapat diinduksi secara lisan oleh ejekan, penghinaan atau tampilan publik kerentanan atau kelemahan seseorang atau kelompok, dan dengan fisik, perkosaan dan serangan pemukulan. Tindakan ditujukan untuk menyebabkan serangan rasa malu dan mengurangi martabat seseorang atau kelompok dan memisahkan mereka dari sisa umat manusia.


Ketika seseorang mengatakan "Anda harus malu pada dirinya sendiri," mereka sering berarti bahwa